Wednesday, October 9, 2013

Makna Uang Bagi Orang Kaya

Apabila anda ingin kaya, maka anda juga harus memiliki midset yang sama seperti orang kaya pada umumnya . Nah,postingan saya kali ini akan membahas tentang bagaimana makna uang bagi kebanyakan orang kaya 
  • Uang Bukan sebagai Tujuan Utama
Pada saat anda menerapkan keyakinan bahwa uang aadalah tujuan akhir hidup anda, maka anda akan merasa terpuruk saat uang anda sedang surut, dan akan terus merasa kekurangan meskipun baru saja mendapatkan keuntungan yang sangat banyak. Orang yang kaya hanya menganggap uang sebagai alat untuk mencapai tujuan yang sebenarnya
  • Uang Bukan Solusi dari Segala Persoalan
Kenyataannya banyak hal yang tidak bisa diselesaikan dengan uang, akan tetapi uang  merupakan penunjang dan nilai tambah untuk penyelesaian masalah  tersebut. Makanya tidak jarang banyak orang kaya yang memilih rumah sakit berkualitas saat ada masalah kesehatan, meskipun biaya yang dikeluarkan sangat banyak. 

  •  Mencari Uang Adalah Hal yang Menggembirakan
Seperti yang dijelaskan didalam piramida bisnis bahwa apabila anda ingin berbisnis harus didasarka pada passion.  Karena dengan passion bisnis akan langgeng dan mencari uang akan menjadi menyenangkan


  •           Memahami Perbedaan Harga dan Nilai Uang
Tak heran banyak orang kaya yang mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk membeli sebuah lukisan. Mungkin menurut kaum awam lukisan tersebut sangat mahal, tapi  orang kaya konkretnya akan melihat nilai suatu barang, bukan harganya. Sama juga saat memilih sebuah merk. Orang kaya pasti memilih merk yang sudah terkenal. Karena merk yang  terkenal telah memiliki track record terhadap kualitasnya.

Dari penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa  dalam berbisnis harus didasari dengan passion sehingga mencari uang dapat menyenangkan dan tidak menjadi tujuan akhir dalam hidup anda.
                Sekian postingan saya kali ini, semoga bermanfaat. Baca juga tips-tips kaya lainnya. Ingat! Menjadi kaya bukanlah tujuan utama akan tetapi akibat dari perbuatan kita.

 




No comments:

Post a Comment